►Kriteria Ikhwan Genit►
Bissmillahirrohmaanirrohiim...
Sebelumnya, aku mohon maaf kalo notes kali ini cukup ekstrim. Hanya sebagai i'tibar untuk bisa mengambil ibroh, introspeksi dan merefleksi diri agar mampu mengubah diri menjadi lebih baik di tiap harinya. Bukan sebagai bahan ejekan, celaan atau candaan dari para akhwat ke para ikhwan.
Jika pernah ada artikel yang menulis tentang "Akhwat Genit", itu tak lain sebagai "teguran halus" bagi para akhwat untuk lebih berhati-hati lagi dalam menjaga diri dan bersikap. Meski kesannya agak sadis, namun ada sisi positif yang dapat diterapkan. Termasuk juga
dengan buku non-fiksi "Jangan jadi Akhwat Nyebelin", pun merupakan sebagai referensi riil yang bisa kita (baca: para akhwat) jadikan acuan dalam bersikap dan membina hubungan dengan orang lain serta lingkungan tempat kita beraktivitas. insya ALLAH!
dengan buku non-fiksi "Jangan jadi Akhwat Nyebelin", pun merupakan sebagai referensi riil yang bisa kita (baca: para akhwat) jadikan acuan dalam bersikap dan membina hubungan dengan orang lain serta lingkungan tempat kita beraktivitas. insya ALLAH!
Hanya saja, -yang mungkin agak aneh pula bagi para akhwat. Karena belum ada tuh artikel atau buku non-fiksi yang ngebahas tentang hal yang sama namun sasarannya adalah para ikhwan. Singkatnya, belum ada buku non-fiksi yang judulnya "Jangan Jadi Ikhwan Nyebelin". Nah terkait dengan judul di ataz, akan dicopaz tentang kriteria genit yang ada pada diri seorang ikhwan. Tidak bermaksud balas dendam, melainkan sebagai ajang pembelajaran positif bagi para kader da'wah, aktivis da'wah, atau ikhwah tarbiyah. insya ALLAH!
Kata "Ikhwan" itu sendiri, berasal dari bahasa Arab yang artinya "Saudara Laki-laki". Namun karena adanya perkembangan makna, istilah kerennya "Sinekdoke totem pro parte", maka Ikhwan ialah seorang laki-laki yang sholeh, yang selalu ke mesjid, seorang aktivis da'wah, yang mungkin ditambah lagi.. jenggoters dan congklangers (ga isbal).
Nah, adapun kriteria yang ada pada diri ikhwan (setelah melakukan pengamatan, baek dari hasil laporan teman-teman akhwat atau mata kepala sendiri dan sumber info yang riil) yang diblacklist sebagai "Ikhwan Genit", antara lain:
[►Ikhwan Genit bergaya sok paham Agama, padahal biasa-biasa aja tuh.
[►Ikhwan Genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa ada agenda yang jelaz, durasinya lamaa dan mendayu-dayu pula suaranya. Padahal sms aja bisa!
[►Ikhwan Genit berjalan suka jelalatan. Kalo ada akhwat yang melintas di depannya selalu diberi penilaian, "Akhwat ini 80, akhwat itu 70.. etc".
[►Ikhwan Genit jarang ke Mesjid. Ke Mesjid pun pas jum'atan aja. Truz pas jum'atan, masih diselingi agenda ngantuk, ramee sendiri dan zibuk dengan Hpnya.
[►Ikhwan Genit, sok care ke akhwat. Mempunyai belas kasihan yang too much, padahal biasa-biasa aja sebenarnya dah bisa dan lebih dari cukup.
[►Ikhwan Genit akan menyingsingkan celananya alias berubah menjadi sosok congklangerz di depan para akhwat. Sedang kalo bertemu dengan cewek, biasa diisbalin lagi tuh celananya.
[►Ikhwan Genit suka banget chatting dengan akhwat or cewek. Diskusiin hal-hal yang ga perlu. Dalihnya seh berda'wah di dunia maya, namun yang dibahas jaaauuuuuh dari nilai esensi da'wah itu sendiri.
[►Ikhwan Genit memanfaatkan amanah da'wahnya untuk kepentingan dirinya. Menyeleksi dan menilai akhwat tersebut layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya dan orientasi pribadi lainnya.
[►Ikhwan Genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik rasa simpatik akhwat. Misalnya: skill memperbaiki compy, Hp, buat blog or site, pemrograman, buat proposal dan kerja teknis laennya.
[►Ikhwan Genit suka banget sms tausiyah, padahal sebenarnya dia lagi kangen aja ma akhwat idolanya. Menurutku, etika sms tausiyah itu: "Sent to All", ga ada spesifikasi untuk ikhwan or akhwat tertentu. Atau untuk lebih berhati-hati, ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan begitupula sebaliknya.
[►Ikhwan Genit suka banget bercanda, dan sangat cair dengan akhwat. Ga merasa risih atau malu jika terpaksa haruz syuro tanpa hijab alias face to face.
[►Ikhwan Genit suka menjanjikan "Nikah" kepada seorang akhwat. Padahal masih laaaamaa banget mau nikahnya, alias ngecaplok duluan. Dan yang terjadi akhirx adalah backstreet.
[►Ikhwan Genit yang kebetulan mendapat amanah di KD, suka perhatian dan sok campur tangan terhadap KD akhwat. Padahal kan dah jelaz, antara KD ikhwan dengan KD akhwat benar-benar sesuatu yang terpisah dan dah ada yang ngurusin. So, how come?
[►Ikhwan Genit suka banget ngoleksi foto akhwat, plus ngecrop foto akhwat yang jadi idolanya. Lebih gila lagi, menjadikannya sebagai background or screen server di compy or laptopnya.
[►Ikhwan Genit suka juga "ngoleksi" teman-teman akhwat via Friendster, YM, Hi5, Flixter, Facebook etc, dan sok care ngasih komentar.
[►Ikhwan Genit hoby jalan-jalan at sunday morning dan akan melotot kalo liat akhwat cantik, sampe ga bisa ghodul bashor alias nundukin pandangannya. "Hei Ikhwan, tundukan pandanganmu! biar kami (baca: akhwat) bisa leluasa kalo harus berjalan di depanmu." (QS. An Nuur: 30-31)
[►Ikhwan Genit ga suka kajian, tapi senang banget beli buku. Padahal bukunya jarang juga dibaca.
[►Ikhwan Genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan slalu dan always 'bout akhwat. Minim banget ngebahas tentang Ilmu Dien, politik, atau strategi da'wah. Padahal kelak dia kan jadi Imam di keluarganya.
[►Ikhwan Genit suka berkunjung ke tempat/rumah or kostan akhwat, dengan alasan yang segudang. Ntah itu mau pinjam buku, ngantar sesuatu atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.
[►Ikhwan Genit suka cari gara-gara ma akhwat. Suka buat akhwat kesal, sebel dan marah-marah dengan sengaja.
Ala kulli hal, mungkin hanya itu kriteria yang teridentifikasi sebagai ciri-ciri dari seorang "Ikhwan Genit".
Hanya sedikit, tapi setidaknya itulah gambaran umum yang riil berada di sekitar kita. Kalupun ada yang terkesan diada-adakan, itu penilaian anda. Wallahua'laamu...
Banyak sedikitnya semoga bisa menjadi i'tibar buat kita semua, utamanya bagi saudara-saudaraku di medan da'wah ini. Biar adil, akan ada catatan berikutnya tentang "Mengenal Kriteria yang termasuk Akhwat Genit".
Bukan untuk saling mengejek, akan tetapi untuk saling mengingatkan. insya ALLAH! Aku mengatakan hal seperti ini, bukan berarti aku dah hebat atau paham daripada kalian. Sesungguhnya yang Haq itu datangnya dari ALLAH azza wa jalla, dan adapun kekhilafan itu datangnya dari diri ini.
Wallahu ta'ala a'laam bisshowwab...Jazakumullah khoiran katsiran....Wassalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar