Sabtu, 28 Desember 2013
Hancur
Akhirnya
Eko sudah temukan arti keindahan. Nampaknya pikiran yang tiba-tiba melintas
saat ia sedang mengajar TPA buatnya menjad i lega. Dulu ia sering bertanya pada
diri sendiri ataupun orang lain tentang arti keindahan, tapi tak satupun
jawaban memuaskan ia dapat.
Selama ini
yang ia tahu keindahan hanya dapat dilihat saja. Tak tahu kenapa tapi itulah
adanya. Keindahan alam, bentangan pegunungan, lengkukan lembah, liku kellok
sungai, hamparan samudra, birunya langit, romantika sunset, tumbuhnya ladang
yang menghijau, hadirnya sunrise, titik-tik hujan yang membekas cerita sore
Kopi Jawa
ketika cakrawala erat dengan malam ..
udara sejuk menyapa tiap pori kulit ..
asap beku terbang bersandar pada uap air ..
hangat menyerah digenggam dingin ..
seperti hati ini yang
udara sejuk menyapa tiap pori kulit ..
asap beku terbang bersandar pada uap air ..
hangat menyerah digenggam dingin ..
seperti hati ini yang
Jumat, 27 Desember 2013
Enam Bulan Lalu
Udara kota Malang sedang tak
bersahabat. Dari sore hingga malam langit belumlah lelah turunkan hujan. Saat itu
suhu kira-kira 17 derajat. Cukup dingin walau badan sudah beselimutkan jaket.
Sekarang jam 22.03, masjid telah
sepi. Tiada lagi orang yang belajar atau sekedar mengobrol disana. Jam tidur
telah berlaku, para santri wajib untuk masuk dan tidur di kamar. Namun, Eko tak
juga berpindah, walau mudabbir sudah menyuruh untuk segera beralih ke kamar,
Eko masih tetep fokus dengan apa yang ada didepannya. Satu kitab shorof juga Tasyrifan.
Ia bertekad untuk menghafalnya malam ini. Tak peduli jam berapa nanti ia akan
rebahkan diri. Ia ingin bisa!
Satu dua kali ia ambil kertas di bindernya, mencoba mengecek hafalannya dengan menuliskannya. Dalam hitungan menit saja,
Satu dua kali ia ambil kertas di bindernya, mencoba mengecek hafalannya dengan menuliskannya. Dalam hitungan menit saja,
Langganan:
Postingan (Atom)








