Aku tak tahu
bagaimana harus jelaskan. Tiba-tiba perasaan itu muncul. Saat pertama kita
jumpa dan bertatap muka. Berpandangan. Mata melihat mata. Sudahkah saat itu
benih cinta muncul? Atau hanya aku yang rasakan? Wajahmu itu tak asing, aku
pernah melihatnya. Tapi dimana? Yang kutahu adalah, kau terlihat menarik di
hadapanku. Terlepas dari siapa dan darimana engkau. Perasaan itu jatuh dan siap
tumbuh.
Aku
ingin bercerita, tentang semua. Tapi semua tlah terlambat. Tak akan ada waktu
lagi. Kau tahu? Walaupun sudah berjalan lama, rasa ini tetap sama kepadamu
lagi. Ataukah aku tak punya pilihan? Ya sejujurnya aku punya pilihan. Tapi,
yang kupikirkan hanyalah engkau seorang.
Kau
lagi apa? Masihkah engkau mengingatku? Atau
sudah ada yang lain dihatimu? Ya, aku sadar. Bagaimanapun aku tak pantas mengharapkanmu. Sebelum aku mampu menata hidupku. Mengejar apa yang harus kukejar, prestasi. Masa mudaku memang tak sama dengan yang lain. Hutangku dimasa lalu belumlah mampu kubayar.
sudah ada yang lain dihatimu? Ya, aku sadar. Bagaimanapun aku tak pantas mengharapkanmu. Sebelum aku mampu menata hidupku. Mengejar apa yang harus kukejar, prestasi. Masa mudaku memang tak sama dengan yang lain. Hutangku dimasa lalu belumlah mampu kubayar.
Kita
beda. Beda? Ya, dirimu dengan sejuta prestasi sedang aku masih belum apa-apa. Engkau
tleh perlihatkan indah sayapmu. Sementara aku masih menjadi ulat bulu. Engkau tlah
berikan manfaat, sedang aku hanyalah pengganggu.
Aku
bukan merendahkan dir, tapi inilah kenyataan. Dalam hidupku engkau telah
merubah segalanya. Cara pandang, sifatku, bahakan cita-citaku pun engkau
pengaruhi. Hingga kini kau tahu apa cita-citaku? Penulis.
Tapi
pantaskah aku bercita-cita seperti itu? Atau yang boleh hanya orang yang telah
berbakat saja? Aku tak tahu. Atau man jadda wajada? Hanya yang mau dan
berusaha pasti bisa?
Kau
indah. Tiada kata lain lagi. Indah! Bukam sebuah nama. Tapi itulah kata yang
pantas untuk gambarkan dirimu.
Bismillah,
mulai hari ini, seperti pesanmu dulu. Aku berusaha takkan lagi memikirkan
dirimu. Entah aku bisa atau tidak? Maukah kau lihat usahaku ini?
Karena
ku yakin dan kau pun yakin, jika suatu saat nanti kita tlah ditakdirkan bersama
maka semua kan kembali. Dalam ikatan resmi cinta halal yang dapatkan pahala. Jika
sekarang kita saling berjauhan, maka saat itu kita bisa sangat dekat. Jika selama
ini kita menahan perasaan ini, maka saat itu kita diberi kebebasan untuk saling
mengungkapkan. Jika sekarang berduaan bisa dapatkan dosa, maka saat itu
bermesraan pun tak masalah, malah pahala yang kan kita dapat. Benar? J
Ingatkan
aku pada hari itu. Hari dimana impian kita kan bersatu. Melepaskan segala resah
dan gelisah tuk raih bahagia. Iya? Bahagia dalam cinta.
Masihkah
kau mengharap itu terjadi? Kekuatan cinta sampai kapanpun benar-benar menjadi
sesuatu yang ajaib. Ikatan di dalamnya memberi spirit dahsyat bagi yang
merasakannya. Andai kita peka, maka sejujurnya tak perlu kita bicara. Dengan hati
saja kita mampu menyampaikan pesan satu dengan lain tuk saling mengerti.
Garis
adalah? Apa kak? Garis itu adalah pertemuan 2 titik yang menjadi satu. Mereka mengisi
satu sama lain hingga menciptakan bentuk. Dan kadang bentuk itu terasa biasa
bagi manusia. Tapi garis itu selalu unik, ia kan membentuk sesuatu yang selalu
menghubungkan tempat satu dengan lain. Hati satu dengan yang lain. Seperti saat
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar