Pernahkah menangis? Atau malu
untuk menangis? Tapi tahu nggak? Menangis itu berarti menandakan kalo hati kota
itu gak keras-keras amat loo. Menangis bukan tanda kelemahan, menangis bukan
lambang perempuan. Menangis memberi kita kesempatan untuk mengintruksi hati
agar mampu ber”adaptasi” dan mencari jawaban akan keadaan.
Hati-hati kawan, kalo kita gak
pernah nangis (bukan berarti kita boleh nangis terus-terusan) tapi sesekalilah
dalam hidup dalam satu keadaan saat kita benar-benar merasa amat tak kuasa atau
tak mampu menahan beban yang kadang terus datang dalam hidup, maka :
MENANGISLAH! Luapkan segala yang mengganjal didada.
Dalam arti, menangis bukan
meratapi keadaan tapi menangis disertai interopeksi pada diri sendiri. Apakah
selama ini ada yang salah dalam diri kita, atau pernahkah kita melakukan satu
perbuatan yang orang lain belum ikhlas
karenanya, atau kita sering melakukan dosa kecil yang kadang tak dianggap dan ketika dihitung (wah) sudah setinggi gunung semeru. Na’udzubillah
karenanya, atau kita sering melakukan dosa kecil yang kadang tak dianggap dan ketika dihitung (wah) sudah setinggi gunung semeru. Na’udzubillah
Nah, ketika kita menangis dan menyesali tiap kesalahan-kesalahan kita
saat itu hati kita mencapai titik terendahnya dan ekspresi dari segala itu
adalah keluarnya air mata. Resapilah keadaan itu, maka kita benar-benar
merasakan bahwa apapun yang kita alami, kita hanyalah makhluk lemah. Yang amat
sangat lemah, sehingga untuk melakukan satu gerakan saja terasa bahwa tanpa
anugrah dari Allah SWT kita lumpuh. Tak bergerak.
Ketika perasaan itu mulai hadir,
kita sadar atas kekuasaan Allah lah kita hidup. Dzat yang Maha Sempurna itu lah
yang memberi kita hidup dan memberi kita begitu banyak nikmatnya. Dzat yang
Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu. Dzat yang Mengetahui Segalanya. Itulah Allah
SWT.
Terasa bukan? Sekarang kita bisa
berpikir, bahwa ternyata masalah atau beban yang sedang mencengkerama kita ini
ada jawabannya. Setiap penyakit ada obatnya, dan setiap masalah ada jalan
keluarnya. Yaitu dengan kembalikan masalah itu kepada Allah.
Dan sekali lagi menangis itu
belum tentu kita orang lemah atau cengeng. Kadang menangis begitu amat
diperlukan, bahkan bisa jadi kebutuhan wajib agar hati ini tak menjadi keras
terserang begitu banyak penyakit hati. Jadi menangis itu tak salah bukan ?
wallahu ‘alam. (/em)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar